Wednesday, March 30, 2011

Lelahnya

Hmm, mungkin akan terasa berat ketika harus melakukan satu,dua, atau bahkan tiga hal sekaligus..
Ketika suatu tanggung jawab telah dibebankan, rasanya sulit sekali untuk mencoba tidak memikirkannya.
Apalagi tanggung jawab itu disanggupi.
Di sini lah komitmen mulai dipertanyaankan,.
Ada kalanya begitu lelah dengan semua tanggung jawab itu, padahal 50% saja tanggung jawab itu belum terselesaikan..
Manajemen waktu begitu berperan, tidak hanya manajemen jiwa.. berat rasanya jika menyinggung tentang manajemen jiwa.
Satu hal yang harus dipercaya, jika merasa lelah, tak apa bila ingin menangis..
sesekali itu akan membuat lega, meski pun tidak membantu menyelesaikan tanggung jawab itu.
Ketika tanggung jawab itu dibebankan pada beberapa orang, haruslah ada satu orang yang mampu menyemangati ketika komitmen mulai luntur.
"Pasti bisa., pasti bisa.."
itulah penggalan kata yang aku yakini dapat memberi semangat..
Mungkin akan lelah (lagi), namun begitulah selalu berulang. hanya bagaimana menyikapi kelelahan itu..
KEEP FIGHT girl.. you can do it..

Diam itu emas

Berbicara satu, berbicara dua, berbicara tiga
Tidak ada maknanya
Diam pun sama saja
Diam dalam berbicara memang lebih baik daripada berbicara satu, dua, dan tiga yang tanpa disertai tindakan

Friday, March 4, 2011

Tertawa Cegah Penyakit Jantung


Sudah tidak diragukan lagi, olahraga teratur dan diet yang seimbang akan membantu meningkatkan kesehatan jantung. Tahukah Anda, masih ada fakta-fakta lain yang juga dapat mengurangi risiko penyakit ini. Beberapa di antaranya mungkin akan mengejutkan Anda!

Apa sajakah itu? Berikut ini adalah sembilan hal yang dapat Anda lakukan untuk menyehatkan salah satu aset terpenting bagi kehidupan ini, jantung, dikutip dari laman She Knows.

Tertawa
Penelitian di University College di London mengatakan bahwa tawa hangat atau cekikikan juga mampu melemaskan dinding arteri, menyebabkan aliran darah meningkat sampai 45 menit. Dan karena tertawa itu menular, mengapa tidak berbagi lelucon dengan orang lain? Dosis tertawa harian yang disarankan untuk kesehatan jantung yaitu minimal 15 menit lamanya.

Mengingat kebahagiaan
Coba fokuslah pada saat-saat Anda pernah bahagia di masa lalu. Penelitian menunjukkan bahwa mengingat kembali kenangan yang menyenangkan akan membantu sistem kekebalan tubuh Anda secara kesehatan. Pada gilirannya akan memperkuat jantung Anda.

Bersyukur
Menurut studi yang diterbitkan dalam European Heart Journal melaporkan bahwa orang dewasa yang memiliki pandangan positif terhadap kehidupan, dengan sendirinya dapat mengurangi risiko terkena serangan jantung.

Mereka yang secara teratur merasa bersyukur untuk keadaan hidup mereka atau mengungkapkan hal itu kepada orang lain, maka mereka memiliki kesempatan yang lebih baik untuk hidup lebih lama dan memiliki hidup yang lebih sehat.

Cokelat
Makanan cokelat mengandung polifenol, zat yang mengurangi radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan sel. Harvard School of Public Health meneliti hampir 8.000 orang Amerika yang rata-rata usianya 65 tahun, selama lima tahun. Hasilnya, peneliti menemukan bahwa mereka yang makan cokelat hingga tiga kali sebulan selama hampir satu tahun tingkat risiko kematiannya menurun, dibandingkan yang tidak melahap cokelat.

Teh
Flavonoid dalam teh hijau, hitam, dan putih dapat meningkatkan fungsi pembuluh darah dan meningkatkan aliran darah. Flavonoid teh berperan sebagai antioksidan yang kuat dalam menetralisir keganasan senyawa radikal bebas.

Penelitian di Belanda menunjukkan bahwa orang yang minum 3-5 cangkir teh per hari risiko terkena serangan penyakit jantung dan stroke berkurang sebesar 44 persen.

Gigi sehat

Percaya atau tidak, kesehatan gigi pun dapat mempengaruhi kesehatan jantung Anda. Bakteri dalam penyakit gusi bisa memicu peradangan yang merusak pembuluh darah.

Sebuah studi baru-baru ini yang dilakukan di University of California, Berkeley, melaporkan bahwa wanita yang mendapatkan perawatan gigi secara teratur, risiko terkena penyakit jantung dan kardiovaskuler berkurang.

Meditasi
Studi yang dilakukan Medical College of Wisconsin mengungkapkan bahwa meditasi selama 30 menit sehari dapat menurunkan resiko serangan jantung sebesar 50 persen.

Studi ini memfokuskan pada meditasi transendental, yang melibatkan posisi duduk dengan tenang dan nyaman selama 15 sampai 20 menit per hari. Menurut peneliti, metode ini sangat mudah dipelajari.

Tidur

Tidur sangat penting untuk kesehatan jantung, terutama bagi wanita! Peneliti dari Universitas Chicago menemukan bahwa hanya satu jam tidur, akan menurunkan kemungkinan pengerasan arteri koroner sebesar 33 persen. Jadi silakan, berguling dan mengatur ulang jam alarm. Enjoy!

Sumber : VIVAnews

Friday, February 25, 2011

My new family



Punya kesibukan baru, punya kegiatan baru, punya keluarga baru..
Love them :)

Sunday, February 20, 2011

Jaga kesehatan gigi dan mulutmu

Menjaga kesehatan gigi dan mulut sangat penting bukan saja untuk mencegah penyakit oral, melainkan juga untuk memelihara kesehatan umum yang baik.

PELAWAK kondang Leysus yang memiliki nama asli Winarso, meninggal dunia di usia relatif muda, 43 tahun. Kematiannya bukan saja meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan dunia lawak Indonesia, tetapi juga menyisakan tanda tanya mengenai penyebab kematiannya.
Mula-mula ia dikabarkan sakit gigi biasa. Ditambalkan malah bengkak. Dibawa lagi ke dokter gigi, disarankan minum obat. Rasa sakit agak reda sebentar, tetapi bengkaknya semakin besar. Karena sudah kumat-kumatan, keluarga tidak terlalu cemas dengan sakit gigi Leysus. Sampai kemudian muncul gejala aneh: tiba-tiba Leysus merasakan lunglai pada sebelah kaki dan tangannya. Bicaranya cedal. Ia terkena gejala stroke.
Kepada beberapa media infotainment dan media cetak, keluarga Leysus menuturkan bahwa semua itu berawal dari sakit gigi. Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan seorang dokter yang merawat Leysus, bahwa pelawak asal Malang ini mengidap kanker otak yang sudah menyebar (metastase), dipicu oleh giginya yang terinfeksi.
Tentu saja kasus kematian Leysus yang berawal dari tambalan gigi, menimbulkan kekhawatiran pada sebagian masyarakat. Benarkah infeksi gigi bisa menyebar ke organ-organ vital tubuh? Benarkah stroke dapat bersumber dari gigi yang bermasalah? Bagaimana duduk perkaranya?
Teori Focal Infeksi
Jawaban atas pertanyaan di atas, bisa dirunut dari teori focal infeksi yang banyak mendapat perhatian selama abad 19 dan awal abad 20. Teori ini menyebutkan bahwa infeksi di rongga mulut bertanggungjawab atas inisiasi dan progresi berbagai penyakit inflamasi seperti radang sendi, tukak lambung, dan radang usus buntu.
Kemajuan dalam klasifikasi dan identifikasi kuman bakteri rongga mulut dan bidang imunologi, semakin meyakinkan adanya peran penting infeksi gigi terhadap berbagai penyakit sistemik seperti penyakit jantung dan pembuluh darah, penyakit paru, penyakit gula, stroke, kanker, dsb. Juga menjadi semakin jelas bahwa gigi dan rongga mulut dapat menjadi tempat asal bagi desiminasi mikroorganisme penyebab penyakit ke bagian tubuh lain.
Sejumlah studi epidemiologis mengusulkan bahwa infeksi rongga mulut, khususnya radang gusi (gingivitis) dan jaringan pendukung gigi(periodontitis) merupakan suatu faktor risiko bagi penyakit sistemik.
Jumlah bakteri di rongga mulut mencapai ratusan juta. Xiajing Li dkk (2000) mencatat lebih dari 1011 bakteri dalam setiap miligram plak gigi. Plak adalah semacam lendir yang senantiasa menempel pada permukaan gigi. Memang tidak semua bakteri rongga mulut membahayakan. Sebagian besar justru dibutuhkan sebagai flora normal mulut. Bakteri yang potensial menimbulkan penyakit gigi, dan banyak pula dijumpai pada penyakit sistemik yaitu golongan bakteri anaerob gram negatif. Antara lain, P. Gingivalis, B. Intermedius, dan A. Actinomycetemcommitans. Bakteri-bakteri ini dominan pada radang gusi dan radang sekitar ujung akar gigi sampai terjadi bengkak bernanah abses) seperti dialami almarhum Leysus.
Penyebaran Lewat Darah
Bakteri rongga mulut dapat menyebar melalui aliran darah, disebut bakteriemia. Yang menyebar bisa bakteri itu sendiri maupun racun yang dihasilkannya (endotoxin/exotoxin).
Beberapa penelitian mengenai bakteriemia ini layak disimak. Bakteriemia diamati pada 100% pasien setelah cabut gigi, 70% setelah pembersihan karang gigi, pada 55% setelah pembedahan gigi geraham bungsu, 20% setelah perawatan akar gigi, dan 55% setelah operasi amandel.
Penelitian melibatkan 735 anak-anak yang menjalani perawatan gigi busuk, menemukan 9% anak-anak mengalami bakteriemia. Penelitian lain menunjukkan penyebaran bakteri setelah perawatan akar gigi. Dan, kurang dari 1 menit setelah prosedur rongga mulut, kuman dari gigi yang terinfeksi telah mencapai jantung, paru, dan sistem kapiler darah tepi.
Pada kondisi kesehatan mulut normal, hanya sejumlah kecil bakteri fakultatif dan tidak membahayakan masuk ke dalam aliran darah. Namun, pada kondisi kebersihan mulut jelek, jumlah bakteri pada permukaan gigi meningkat 2-10 kali lipat. Sehingga peluang terjadinya bakteriemia juga lebih besar. Kecuali lewat bakteriemia, adanya rangkaian reaksi imunologis yang dipicu oleh infeksi di rongga mulut, merupakan penjelasan lain mengapa problem gigi dapat merambat ke penyakit-penyakit serius sampai berujung kematian seperti almarhum Leysus.
Gigi dan gusi sebetulnya tidak melekat erat, melainkan ada celah sekitar 2 mm disebut kantung gusi (sulcus gingiva). Daerah inilah yang paling rentan terjadi infeksi bakteri dan peradangan, sehingga timbul penyakit periodontal. Tanda-tandanya: gusi memerah, bengkak, mudah berdarah, mungkin disertai kegoyahan gigi.
Grossi dan Genco (1998) mengemukakan 17 macam penyakit sistemik yang berhubungan langsung dengan penyakit periodontal, termasuk penyakit gula, jantung, kanker dan stroke. Beberapa penelitian retrospektif membuktikan, pasien penyakit jantung, stroke, DM, umumnya kebersihan mulutnya lebih jelek dibanding pasien normal. Dari uraian di atas dapat disimpulkan, bahwa gigi dan mulut bisa menjadi pemicu dan memperparah berbagai penyakit sistemik.
Kematian pelawak kondang Leysus, hendaknya menjadi cermin bagi kita semua supaya lebih care dalam ‘menjaga mulut’ dan seisinya.